Harga Pasar (update terakhir:) :
Babi Besar/ekor = Rp.5000000     (klik untuk melihat detail) - Bawang Merah/kg = Rp.35000     (klik untuk melihat detail) - Bawang Putih/kg = Rp.100000     (klik untuk melihat detail) - Beras/kg = Rp.12000     (klik untuk melihat detail) - Cabe Merah/kg = Rp.35000     (klik untuk melihat detail) - Cengkeh Kering/kg = Rp.115000     (klik untuk melihat detail) - Daging Ayam/kg = Rp.65000     (klik untuk melihat detail) - Daging Babi/kg = Rp.80000     (klik untuk melihat detail) - Daging Sapi/kg = Rp.110000     (klik untuk melihat detail) - Garam /kg = Rp.10000     (klik untuk melihat detail) - Gula Pasir/kg = Rp.16000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Kembung/kg = Rp.50000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Selar/kg = Rp.25000     (klik untuk melihat detail) - Ikan teri /kg = Rp.120000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Tuna/kg = Rp.70000     (klik untuk melihat detail) - Jagung giling/kg = Rp.8000     (klik untuk melihat detail) - Kambing /ekor = Rp.1500000     (klik untuk melihat detail) - Kambing/ekor = Rp.1500000     (klik untuk melihat detail) - Kopra/kg = Rp.19000     (klik untuk melihat detail) - Kuda/ekor = Rp.6000000     (klik untuk melihat detail) - Kuda/ekor = Rp.6000000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Goreng/Liter = Rp.16000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Tanah/Liter = Rp.5000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Tanah/Liter = Rp.5000     (klik untuk melihat detail) - Pupuk /kg = Rp.2300     (klik untuk melihat detail) - Sawi Hijau/kg = Rp.20000     (klik untuk melihat detail) - Semen/Zak = Rp.48500     (klik untuk melihat detail) - Susu Balita/400 gr = Rp.48000     (klik untuk melihat detail) - Telur/papan = Rp.45000     (klik untuk melihat detail) - Tepung Terigu/kg = Rp.10000     (klik untuk melihat detail) - Vanili/kg = Rp.150000     (klik untuk melihat detail) -
BERITA
Senin, 22 Mei 2017 - 11:29:42 WITA
ROAD SHOW, WTM TINGKATKAN PELATIHAN DAN MANAJEMEN

Koordinator Pertanian WTM, Aleksander Saragih, saat memberikan pelatihan manajemen.-

Mego.- Untuk memperkuat solidaritas dan manajemen kelompok tani dampingan, Wahana Tani Mandiri (WTM) melakukan pelatihan manajemen kelompok di desa-desa dengan melibatkan struktur kepemimpinan kelompok tani, yakni Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara serta para kader tani yang ada di desa. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dari program WTM dalam kerja sama dengan Misereor Jerman. Mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Petani dalam Perubahan Iklim Lewat Pendekatan Usaha Tani Berbasis Konservasi”.

Kegiatan ini dilakukan di Desa Napu Gera dan Dobo Nuapu’u, Kecamatan Mego dan Desa Renggarasi Kecamatan Tanawawo yang difasilitasi oleh Tim Fasilitator Wahana Tani Mandiri atau WTM, yakni: Alexander Saragih (Koordinator Pertanian), Martha Muda (Koordinator Riset dan Pengelolaan Lingkungan Hidup), Martinus Maju dan Yohanes Dawa (Fasilitator Lapangan), kegiatan ini juga berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 20 Mei 2017.

Pelatihan ini diawali dari refleksi para pengurus kelompok tentang konsep dasar dan motivasi pembentukan kelompok tani masing-masing. Ini dilakukan WTM sebagai upaya pemugaran pemahaman mereka setalah tiga (3) tahun didampingi WTM. Kemajuan apa saja yang sudah dicapai dan kegagalan apa yang sedang merintangi kelompok tani masing-masing.

Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen kelompok adalah melihat kembali struktur kepengurusan kelompok tani dan model kepemimpinan yang dibangun (Ketua, Wakil Ketua Sekretaris, Keuangan atau Bendahara). Apakah pernah dilakukan perencanaan, monitoring atau pemantauan dan evaluasi. Ketiga proses ini akan membantu kelompok tani dalam mencipkatkann iklim manajemen yang transparan dan akuntable.

Karena itu para fasilitator yang terbagi dalam beberapa materi yang disampaikan, yakni: Tujuan Kelompok, Administrasi, Fungsi dan Tugas, Kepemimpinan, Kerja sama Kelompok, Membangun Jejaring Kelompok dan Keuangan Kelompok serta Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi Kelompok.

Dalam pelatihan itu, juga dihadiri oleh Kepala desa dan Aparatur Desa. Di Desa Dobo Nuapu’u Sergius Solo (Kepala Desa Dobo Nuapu’u mengapreseasi Wahana Tani Mandiri melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama kelompok tani dampingan. Saya mewakili pemerintah desa mengharapkan bahwa keberlanjutan program WTM itu sinergis dengan program desa terkait pengambangan kelompok, ujar Sergius.

Lanjut Sergius, demi kemajuan bersama kelompok, kita perlu sama-sama berusaha agar ada perubahan yang signifikan. Untuk itu, hendaknya melalui pelatihn ini semua peserta bisa termotivasi dan memotivasi anggota kelompok masing masing agar tercipta suatu perubahan yg baik. Kami pihak desa tetap mendukung kegiatan kelompok, asalkan kelompok tani punya perencanaan dan kegiatan yang berkelanjutan. (arnoldwelin)

Keterangan Foto : Koordinator Pertanian WTM, Aleksander Saragih, saat memberikan pelatihan manajemen.-

Berita lainnya