Harga Pasar (update terakhir:) :
Babi Besar/ekor = Rp.5000000     (klik untuk melihat detail) - Bawang Merah/kg = Rp.35000     (klik untuk melihat detail) - Bawang Putih/kg = Rp.100000     (klik untuk melihat detail) - Beras/kg = Rp.12000     (klik untuk melihat detail) - Cabe Merah/kg = Rp.35000     (klik untuk melihat detail) - Cengkeh Kering/kg = Rp.115000     (klik untuk melihat detail) - Daging Ayam/kg = Rp.65000     (klik untuk melihat detail) - Daging Babi/kg = Rp.80000     (klik untuk melihat detail) - Daging Sapi/kg = Rp.110000     (klik untuk melihat detail) - Garam /kg = Rp.10000     (klik untuk melihat detail) - Gula Pasir/kg = Rp.16000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Kembung/kg = Rp.50000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Selar/kg = Rp.25000     (klik untuk melihat detail) - Ikan teri /kg = Rp.120000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Tuna/kg = Rp.70000     (klik untuk melihat detail) - Jagung giling/kg = Rp.8000     (klik untuk melihat detail) - Kambing /ekor = Rp.1500000     (klik untuk melihat detail) - Kambing/ekor = Rp.1500000     (klik untuk melihat detail) - Kopra/kg = Rp.19000     (klik untuk melihat detail) - Kuda/ekor = Rp.6000000     (klik untuk melihat detail) - Kuda/ekor = Rp.6000000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Goreng/Liter = Rp.16000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Tanah/Liter = Rp.5000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Tanah/Liter = Rp.5000     (klik untuk melihat detail) - Pupuk /kg = Rp.2300     (klik untuk melihat detail) - Sawi Hijau/kg = Rp.20000     (klik untuk melihat detail) - Semen/Zak = Rp.48500     (klik untuk melihat detail) - Susu Balita/400 gr = Rp.48000     (klik untuk melihat detail) - Telur/papan = Rp.45000     (klik untuk melihat detail) - Tepung Terigu/kg = Rp.10000     (klik untuk melihat detail) - Vanili/kg = Rp.150000     (klik untuk melihat detail) -
BERITA
Kamis, 15 Juni 2017 - 09:45:19 WITA
OPD HARUS SEDIAKAN DATA YANG TEPAT DAN BENAR

Maumere.- Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Sikka supaya dapat menyediakan data dan berkoordinasi dengan dengan BPS Sikka sehingga dapat memunculkan data yang tepat dan benar sebelum dipublikasikan ke Masyarakat.

Demikian Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dalam arahannya ketika membuka kegiatan Focus Discussion Group Dalam Rangka Penyusunan Kabupaten Sikka Dalam Angka Tahun 2017, kegiatan ini diselenggarakan BPS Sikka di Aula Hotel Sylvia Jl Gajah Mada Maumere. Kamis (15/06/2017) pagi.

“yang kita harapkan adalah data yang konkrid dan konferhensif yang termuat Sikka dalam angka benar – benar data yang valid. Sehingga satu OPD dengan OPD yang lain memiliki data yang sama. Kalau kita bekerja dengan data yang benar, tentu akan tercapai hasil kerja sebagaimana yang kita harapkan” demikian Ansar Rera.

Dengan tersedianya dan kesamaan data yang baik dan benar antar OPD dapat memberi rasa adil dalam masyarakat. Sebab selama ini yang masih terjadi adalah ketika seseorang yang sudah meninggal atau berada diluar Kabupaten Sikka masih terdata untuk menerima bantuan dan lain ~ lain dari pemerintah. Untuk itu, Ansar Rera menegaskan agar OPD dapat menyediakan data yang baik dan benar.

 Lanjut Ansar Rera, selama ini data yang dianggap valid dan benar adalah data yang disiapkan BPS. Sehingga perlu ada koordinasi antara OPD dengan BPS Sikka, sehingga dapat dimunculkan Sikka Satu Data yang valid. Dengan demikian akan terpakai ke tingkat propinsi dan pusat.

Kepala BPS Kabupaten Sikka, Agus Liat Pehan, SE. dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini antara lain terlaksananya koordinasi dengan instansi penyelenggara kegiatan statistik sektoral terutama di daerah; Memberikan pemahaman pentingnya data statistik berkaitan dengan perencanaan dan pengamblian keputusan dan Mendukung terwujudnya Sistem Statatistik Nasional (SSN) yang andal, efektif dan efisien.

“dengan demikian, kebijakan pembangunan diharapkan mencapal sasaran yang tepat dengan mendorong percepatan kesejahteraan rakyat. Namun, penyediaan data yang berkualitas untuk perencanaan pembangunan tersebut rnasih terkendala berbagai masalah antara lain: data tersebar di instansi sektoral, ada kesenjangan data antara kebutuhan dan ketersediaan, serta adanya perubahan alur data sektorai sejak berlakunya otonomi daerah” demikian Agus Liat Pehan.

Oleh karena itu, sangat penting dilakukan koordinasi antara BPS dengan instansi penyelenggara kegiatan statistik sektoral di daerah agar tercipta pemahaman yang sama mengenai pentingnya data statistik berkaitan dengan perencanaan dan pengambilan keputusan.

Hadir pada kesempatan ini Kepala OPD Lingkup Pemkab Sikka dan undangan lainnya. (johnoriwis)

Berita lainnya