Harga Pasar (update terakhir:) :
Babi Besar/ekor = Rp.5000000     (klik untuk melihat detail) - Bawang Merah/kg = Rp.35000     (klik untuk melihat detail) - Bawang Putih/kg = Rp.100000     (klik untuk melihat detail) - Beras/kg = Rp.12000     (klik untuk melihat detail) - Cabe Merah/kg = Rp.35000     (klik untuk melihat detail) - Cengkeh Kering/kg = Rp.115000     (klik untuk melihat detail) - Daging Ayam/kg = Rp.65000     (klik untuk melihat detail) - Daging Babi/kg = Rp.80000     (klik untuk melihat detail) - Daging Sapi/kg = Rp.110000     (klik untuk melihat detail) - Garam /kg = Rp.10000     (klik untuk melihat detail) - Gula Pasir/kg = Rp.16000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Kembung/kg = Rp.50000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Selar/kg = Rp.25000     (klik untuk melihat detail) - Ikan teri /kg = Rp.120000     (klik untuk melihat detail) - Ikan Tuna/kg = Rp.70000     (klik untuk melihat detail) - Jagung giling/kg = Rp.8000     (klik untuk melihat detail) - Kambing /ekor = Rp.1500000     (klik untuk melihat detail) - Kambing/ekor = Rp.1500000     (klik untuk melihat detail) - Kopra/kg = Rp.19000     (klik untuk melihat detail) - Kuda/ekor = Rp.6000000     (klik untuk melihat detail) - Kuda/ekor = Rp.6000000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Goreng/Liter = Rp.16000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Tanah/Liter = Rp.5000     (klik untuk melihat detail) - Minyak Tanah/Liter = Rp.5000     (klik untuk melihat detail) - Pupuk /kg = Rp.2300     (klik untuk melihat detail) - Sawi Hijau/kg = Rp.20000     (klik untuk melihat detail) - Semen/Zak = Rp.48500     (klik untuk melihat detail) - Susu Balita/400 gr = Rp.48000     (klik untuk melihat detail) - Telur/papan = Rp.45000     (klik untuk melihat detail) - Tepung Terigu/kg = Rp.10000     (klik untuk melihat detail) - Vanili/kg = Rp.150000     (klik untuk melihat detail) -
BERITA
Senin, 22 Mei 2017 - 08:28:00 WITA
ANSAR RERA CANANGKAN BBGRM DI PALUE

PaluE.– Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Kamis (18/05/2017), mencanangkan kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 14, Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG) PKK ke 45 dan Hari Keluarga (HARGA) ke 24 Tingkat Kabupaten Sikka tahun 2017. Kegiatan berlangsung di Dusun Uwa, Desa Maluriwu Kecamatan Palue Kabupaten Sikka.

Kegiatan pencanangan ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Sikka, disaksikan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Rafael Raga, SP, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuludji, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Yovita Anggelina serta Forkompinda Kabupaten Sikka.

Pencanangan BBGRM, HKG PKK dan Hari Keluarga mengusung tema ”Dengan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke 14, Hari Gerak PKK ke 45, dan Hari Keluarga ke 24 Kita tingkatkan pemeberdayaan masyarakat melalui penyediaan pelayanan Dasar dan pertumbuhan ekonomi yang berkwalitas menuju Satu Sikka yang mandiri dan sejahtera”

Ansar Rera dalam sambutan mengungkapkan kegiatan pencanangan Bulan Bakti Gotong – Royong Masyarakat (BB-GRM) ke – 4 yang disatukan dengan peringatan Hari Keluarga ke – 24 hari ini, merupakan suatu momentum yang sangat bermakna dalam mendorong semangat kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, untuk tetap menciptakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuaan Republik Indonesia dengan saling bekerja sama, bahu-membahu, dan tolong-menolong guna mengurangi bahkan mengatasi beban hidup yang dialami sesama serta mendorong swadaya, partisipasi, dan gotong royong dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Gotong royong adalah kerja bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebehagiaan semua.” Demikian sepenggal ungkapan pidato pendiri bangsa Indonesia (Bong Karno) untuk menjadikan gotong royong sebagai landasan semangat membangun bangsa yang disampaikannya kepada seluruh peserta sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945” demikian Ansar Rera.

            Lebih lanjut, Ansar Rera mengatakan masyarakat kita sejak lama tentu telah sadar betul bahwa sebagai makhluk sosial, untuk memenuhi kebutuhannya harus melibatkan orang lain. Sebaliknya juga perlu melibatkan diri untuk membantu orang lain agar melepaskan diri dari kesulitan. Tidak semua hal bisa dilakukan sendiri atau menggunakan kekuatan sendiri. Itulah mengapa istilah gotong royong dikatakan telah membumi di negeri tercinta Nusantara ini. Karena itu, pada kesempatan ini saya ini menggugah kita semua dan seluruh warga masyarakat di Wilayah Kabupaten Sikka untuk dapat memaknai nilai-nilai.

“Gotong royong” sebagai semangat kebersamaan sosial khas Indonesia agar semakin tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di Nian Sikka tercinta ini. Dan semangat gotong royong yang dilaksanakan di setiap Desa/Kelurahan selama satu bulan pada setiap tahun ini hendaknya terus digelorakan dan dilestarikan secara berdaya guna dan berhasil guna melalui peningkatan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

Ansar Rera menjelaskan hari ini juga kita memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK melalui tema, “Dengan Peringatan Kesatuan Gerak PKK ke 45 Kita Lakukan Akselerasi Program-program PKK untuk mewujudkan Visi dan Misi Gerakan PKK.” Tujuannya adalah untuk mengingatkan kita semua mengenai peran keluarga, lebih khusus pada peran ibu-ibu, peran perempuan, dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, membangun masyarakat dan bangsa yang maju dan sejahtera.

“pada kesempatan ini juga, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa untuk beberapa indikator pendidikan dan kesehatan, kita masih tertinggal dari kabupaten-kabupaten lain, kita juga masih dihadapkan pada perbedaan antar kecamatan yang menyolok dalam indikator-indikator pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. Pembentukan karakter dan kepribadian bagi generasi-generasi bangsa khususnya di Kabupaten Sikka diawali dengan penanaman dasar-dasar karakter dalam sebuah keluarga. Diharapkan generasi muda ini, nantinya yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa dan negara. “Kata Ansar

Peringatan Hari Keluarga bagi bangsa Indonesia lanjut Ansar bukan hanya sekedar ajang berkumpulnya bagi anggota keluarga. Jauh daripada itu yang kita harapkan. Seharusnya dapat dijadikan sebagai suatu momentum untuk mengevaluasi apakah selama ini keluarga kita sudah dapat menjalankan fungsi-fungsi keluarga secara mandiri; inilah harapan yang pertama. Kalau belum, fungsi mana yang belum berjalan secara optimal itu. Bila belum ada yang berjalan secara optimal, berarti ketahanan keluarga kita juga masih ada yang lemah. Pengertian kata ketahanan dalam ketahanan keluarga berbeda dengan apa yang ada pada kosa kata ketahanan pangan. Pada ketahanan pangan, ketahanan dapat diartikan sebagai ketersediaan, jadi bersifat defensif. Bila pangan sudah tersedia untuk periode tertentu maka amanlah bagi keluarga untuk periode tersebut.

Namun dalam ketahanan keluarga, Kata Ansar Rera ketahanan tidak cukup bersifat defensih tapi ia harus bersifat devoloped dan dinamis; selalu berupaya mencari fungsi keluarga yang lebih maju ke depan. Dengan demikian, perjuangan untuk memperoleh ketahanan keluarga yang tangguh tidak mudah, harus melalu perjuangan yang lebih keras lagi. Lalu harapan yang kedua, bagi pemerintah tentunya ajang ini merupakan momentum untuk mengingatkan kepada seluruh keluarga di Indonesia bahwa ada fungsi-fungsi keluarga yang merupakan suatu kewajiban yang harus mereka laksanakan menuju keluarga bahagia dan sejahtera. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus konsisten bila mengadakan program bagi masyarakat. Program-program yang diluncurkan, terutama pada peringatan Hari Keluarga ini hendaknya mengarah kepada upaya pemberdayaan keluarga dengan fokus terhadap fungsi keluarga.

Hadir pada kesempatan itu selain Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera hadir pula Wakil Bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar , Ketua DPRD Kabupaten Sikka Rafael Raga, SP, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuludji, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Yovita Angelina, Forkopimda Kabupaten Sikka, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),BUMD, BUMN, LSM, NGO, para camat, Lurah/ Kepala Desa, BPD, toko masyarakat, toko agama, toko adat serta warga masyarakat Kecamatan Palue. (johnoriwis)

Berita lainnya