Pemda Sikka Gandeng Perbankan dan BUMN untuk Redesain Tugu dan Taman Kota Maumere

@dmin 06 Oct 2026 23:23:35 dibaca : 153 x

Pemda Sikka Gandeng Perbankan dan BUMN untuk Redesain Tugu dan Taman Kota Maumere

Maumere_sikkakab.go.id,- Pemerintah Kabupaten Sikka berencana melakukan penataan dan mempercantik sejumlah fasilitas publik di Kota Maumere, termasuk tugu dan taman kota. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Sikka menggandeng sejumlah perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan, serta pihak swasta lainnya untuk berkolaborasi mewujudkan rencana tersebut.

Langkah awal penataan Kota Maumere diawali dengan kegiatan Coffee Morning bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (FTJSL) Kabupaten Sikka. Kegiatan yang mengusung agenda rencana penataan Kota Maumere itu mengundang sejumlah pelaku perbankan dan BUMN yang beroperasi di Kabupaten Sikka. Coffee morning tersebut digelar di Warung 69, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, pada Selasa (06/10/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bank BNI Cabang Maumere bersama staf, Kepala Kantor Cabang Bank NTT bersama staf, Kepala PLN UPK Flores bersama staf, Kepala PLTMG Maumere bersama staf, Manajer PT Pertamina Maumere, serta pimpinan PT Nindya Karya.

Dalam laporan panitia, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Femy Bapa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan pihak perbankan dan BUMN dalam penataan Kota Maumere, khususnya dari sisi estetika dan keindahan kota.

Menurut Femy, Maumere sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang. Namun, perkembangan tersebut mengalami perubahan setelah pemerintah pusat menetapkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai salah satu destinasi super prioritas.

Meski demikian, kata Femy, Pemerintah Kabupaten Sikka tetap berkomitmen membangun dan menata Kota Maumere sesuai dengan visi sebagai kota jasa dan kota budaya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, perbankan, koperasi, BUMN, serta pelaku UMKM dinilai penting untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sikka.

Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dalam diskusi bersama FTJSL Kabupaten Sikka mengatakan penataan kembali Kota Maumere perlu dilakukan karena kondisi sejumlah fasilitas kota saat ini dinilai masih perlu dibenahi, baik dari aspek estetika, penampilan maupun suasana kota, terutama pada siang dan malam hari.

Menurut Bupati yang akrab disapa Jipyk itu, pemerintah melalui perangkat daerah terkait perlu merancang kembali berbagai fasilitas publik agar Kota Maumere memiliki daya tarik yang lebih kuat.

Penataan tersebut diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, pendatang, wisatawan, hingga investor untuk datang, berkunjung, bahkan tinggal lebih lama di Maumere. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, rencana penataan tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Pemkab Sikka memilih membangun kolaborasi dengan pihak perbankan, BUMN, lembaga keuangan, dan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau *Corporate Social Responsibility* (CSR).

Bupati mengatakan, bentuk kerja sama tersebut akan dilakukan melalui mekanisme yang jelas, antara lain melalui nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerja sama. Pemerintah juga akan menyiapkan proposal sebagai dasar bagi pihak-pihak yang bersedia berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan maupun penataan sejumlah fasilitas publik.

Adapun sejumlah fasilitas yang direncanakan untuk ditata dan dipercantik kembali antara lain Tugu Mof yang akan dilengkapi dengan sejumlah taman dan ruang santai di perempatan Jalan El Tari, pusat Kota Maumere.

Selanjutnya, Tugu Gong akan ditata bersama Taman Pahlawan Daerah Teka Iku dan taman di pojok SCC. Patung Selamat Datang juga akan ditata kembali dan dilengkapi dengan area santai serta fasilitas untuk aktivitas joging.

Penataan juga direncanakan di sepanjang Jalan Adisucipto, khususnya kawasan Bandara Frans Seda. Kawasan tersebut akan dilengkapi taman, arena joging, lampu hias, serta penerangan jalan.

Sementara itu, Tugu Ika Tuna direncanakan akan diganti dengan tugu yang mengangkat tema Tarian Tua Reta Lou. Adapun tugu rupiah di samping Kantor BRI Cabang Maumere juga direncanakan diganti dengan tugu yang menampilkan motif sejumlah sarung tradisional Kabupaten Sikka.

Penggunaan motif sarung tradisional tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Maumere sekaligus menjadi bagian dari daya tarik pariwisata daerah. Nilai-nilai budaya lokal dinilai memiliki potensi untuk menjadi kekuatan dalam menarik wisatawan maupun investor ke Kabupaten Sikka.

Seluruh rencana penataan fasilitas tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan pihak perbankan dan BUMN melalui program CSR, sehingga tidak sepenuhnya membebani anggaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Mengakhiri diskusi, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan terima kasih kepada pihak perbankan dan BUMN yang telah memenuhi undangan dan mengikuti Coffee Morning. Ia juga mengapresiasi komitmen dan kesediaan pihak-pihak tersebut untuk terlibat dalam mendukung rencana penataan sejumlah fasilitas publik di Kota Maumere.

Turut hadir dalam kegiatan *coffee morning* tersebut para asisten lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka.

Butuh bantuan?