Kampus STTKD Yogyakarta Salurkan Enam Tangki Air Bersih untuk Warga Dusun Tarunggawang
Lela_sikkakab.go.id,- Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta melalui bantuan air bersih bagi warga Dusun Tarunggawang, Desa Ilegai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.
Sebanyak enam tangki air bersih didistribusikan kepada masyarakat Dusun Tarunggawang yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih pascabencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya untuk keperluan sehari-hari.
Bantuan dari Kampus STTKD Yogyakarta ini mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari salah satu alumni STTKD angkatan tahun 2006 atas nama Edwin Eduardo.
Sebagai alumni angkatan 2006, Edwin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kampus yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
“Saya sebagai alumni STTKD angkatan tahun 2006 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Dusun Tarunggawang. Meskipun bantuan ini tidak seberapa, namun sangat berarti dan bermanfaat bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih akibat bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Edwin.
Ia berharap kepedulian dan bantuan seperti ini dapat terus menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan solidaritas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan enam tangki air bersih tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus selalu dalam jumlah besar.
Bantuan yang diberikan dengan ketulusan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Masyarakat Dusun Tarunggawang pun menyambut baik bantuan tersebut dan berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir bagi warga yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Sikka.
Anjelo warga Tarunggawang mengucapkan terimakasih kepada Kampus STTKD yang peduli dengan warga Tarunggawang dengan membantu enam tangki air bersih untuk dimanfaatkan oleh warga paska gempa bumi yang melanda pulau Flores pada 15 Agustus 2026 yang lalu.* (C)