Update Data Kebencanaan Gempa Bumi Kabupaten Sikka Jumat, 04 September 2026
Maumere_sikkakab.go.id,- Sejak gempa tektonik Magnitudo 7.7 melanda Flores 15 Agustus 2026 Media Senter Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka mencatat sampai dengan tanggal 04 September 2026 ada ratusan lembaga mendukung Pemerintah Kabupaten Sikka dalam meringankan beban dan kerugian yang dialami warga Kabupaten Sikka terdampak akibat bencana tersebut.
Lembaga-lembaga tersebut terdiri dari instansi pemerintah, TNI, P0LRI, NGO, LSM, Bank, koperasi, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan relawan. Lembaga-lembaga ini mendukung Pemerintah Kabupaten Sikka di tengah situasi bencana gempa bumi dengan berbagai cara. Dukungan yang diberikan antara lain dapur umum, logistik, bantuan kesehatan(tenaga, pelayanan kesehatan, obat-obatan, BMHP, dan alat kesehatan), evakuasi, distribusi logistik, pendataan, trauma healing, pengamanan, pencarian korban, layanan psikososial anak, dukungan literasi ceritera, dan donasi keuangan.
Untuk data jumlah warga terdampak, pengungsi, korban, dan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum tidak mengalami perubahan, masih sama seperti posisi 3 September 2026, yaitu pengungsi berjumlah 3.645 jiwa, yang terdiri dari 972 KK.
Sebaran pengungsi ada di tiga kecamatan dengan rincian Palue 3.340 jiwa dari 892 KK, Kangae 236 jiwa dari 60 KK, dan Kecamatan Nita 65 jiwa dari 20 KK. Sementara jumlah korban sebanyak 54 jiwa yang terdiri dari 6 orang meninggal dunia, luka berat 25 orang, dan luka ringan sebanyak 23 orang.
Data kerusakan rumah warga Tahap pertama yang sedang dilakukan verval oleh tim enumerator sebanyak 4.248 unit yang terdiri dari rusak berat 939 unit, rusak ringan 2.457 unit, dan rusak sedang 852 unit.
Rumah warga rusak tahap kedua yang sedang dilakukan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dengan total sebanyak 4.937 unit yang terdiri dari rusak berat 719 unit, rusak sedang 1.122, dan rusak ringan 3.096 unit.
Untuk fasilitas umum mengalami kenaikan menjadi 303 unit, dengan rincian:
1. Bangunan pemerintah 75 unit, terdiri dari 35 unit rusak ringan, 26 unit rusak sedang, 14 unit rusak berat.
2. fasilitas kesehatan 93 unit, terdiri dari 62 unit rusak ringan, 5 unit rusak sedang, dan 26 unit rusak berat
3. fasilitas pendidikan 38 unit, terdiri dari 4 unit rusak ringan, 27 unit rusak sedang, dan 7 unit rusak berat
4. Jalan 8 ruas, semuanya rusak berat
5. Prasarana 10 unit, dengan rincian 1 unit rusak ringan, 2 unit rusak sedang, dan 7 unit rusak berat
6. Rumah ibadah 79 unit, dengan rincian 38 unit rusak ringan, 22 rusak sedang, dan 19 unit rusak berat.***