Dukung Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem SOS Children's Villages Flores di Desa Habi dan Desa Gong Bekor, Pemkab Sikka Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan
Maumere_sikkakab.go.id,- Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago atau JPYK menyampaikan apresiasi kepada SOS Children's Villages Flores atas komitmen nyatanya dalam mendampingi anak-anak dan keluarga dalam program pengentasan kemiskinan di Desa Habi dan Desa Gong Bekor.
Hal ini disampaikan Bupati Sikka dalam kegiatan Workshop Kolaboratif Menggapai Model Aksi Konvergensi Pengentasan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sikka pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan melalui kerjasama melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Sikka dengan SOS Children's Village Flores yang berlangsung di Aula Baperida Kabupaten Sikka, Rabu (15/07/2026).
Di hadapan peserta rakor Juventus Prima Yoris Kago mengatakan bahwa kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang melampaui rendahnya pendapatan, kemiskinan juga mencakup terbatasnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan pengasuhan yang aman.
"Kita menyadari bahwa dalam tekanan ekonomi anak-anak adalah pihak yang paling rentan kehilangan hak-hak dasarnya. Oleh karena itu, strategi kita harus bergeser dari sekadar pemberian bantuan sesaat menuju pada penguatan kapasitas keluarga agar mampu mandiri secara berkelanjutan", kata JPYK.
Terkait hal ini JPYK menekankan empat pilar yang harus dikerjakan secara bersama untuk pengentasan kemiskinan. Empat pilar tersebut, kata JPYK, yaitu, pertama; Pengasuhan keluarga, yaitu menjadikan keluarga sebagai fondasi kasih sayang dan perlindungan utama bagi anak. Kedua; Pemenuhan Layanan Dasar, yaitu memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, pemenuhan gizi, air bersih, sanitasi yang layak, dan identitas tanpa hambatan birokrasi serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Ketiga; Penguatan Ekonomi, yaitu mendorong kemandirian keluarga melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan kelompok ekonomi, leningkatan akses permodalan, pengembangan produk lokal, serta perluasab akses pasar, dan keempat Partisipasi Anak, yaitu anak perlu didengar pendapatnya, dilibatkan dalam kegiatan yang sesuai dengan usia dan kematangannya, serta diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan, harapan, dan persoalan yang mereka alami.
Terhadap empat pilar utama ini Bupati Sikka menegaskan kepada semua perangkat daerah untuk menanggalkan ego sektoral dan menjadikan penanggulangan kemiskinan sebagai gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, JPYK berharap agar Desa Habi dan Desa Gong Bekor yang menjadi desa program penanggulangan kemiskinan SOS Children's Village Flores menjadi laboratorium keberhasilan yang nantinya akan direplikasi ke pelosok Niang Tana Sikka.
Untuk diketahui SOS Children's Village Flores sedang melakukan program penanggulangan kemiskinan ekstrim di 2 desa, yaitu Desa Habi Kecamatan Kangae dan Desa Gong Bekor Kecamatan Alok Timur.
Program ini dilakukan secara kolaboratif, melalui pendekatan konvergensi, yaitu memadukan program, sumber daya, pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media massa, dan organisasi masyarakat sipil sehingga program ini dapat berjalan secara optimal.
Rakor ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan faktor penyebab kemiskinan ekstrem, menyusun strategi dan program prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem, dan memberikan rekomendasi kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ekstrem yang berlangsung selama dua hari, yaitu 15 s/d 16 Juli 2026 ini dihadiri oleh pimpinan perangkat daerah, pimpinan organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, utusan Aliansi Wartawan Sikka, camat Alok Timur dan Camat Kangae, Pj. kepala Desa Habi dan Pj. Kepala Desa Gong Bekor, dan akademisi.* (Tim HPS)