Kepala SMPN Nuba Arat : MPLS, Penguatan Karakter dan Toleransi Jadi Fokus Kegiatan Pembinaan Siswa

Claudius 15 Jul 2026 13:52:56 dibaca : 30 x

Kepala SMPN Nuba Arat : MPLS, Penguatan Karakter dan Toleransi Jadi Fokus Kegiatan Pembinaan Siswa

Watuliwung_sikkakab.go.id,- Penguatan karakter serta peneraban nilai-nilai toleransi di lingkungan pendidikan menjadi salah satu fokus pada kegiatan Masa Pengenalan Siswa (MPLS) Sekolah Menengah Pertama (SMP NEGRI) Nuba Arat desa Watuliwung kecamatan Kangae Kabupaten Sikka.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMPN Nuba Arat Bergita Tati D.Rosari pada pembukaan MPLS SMP NEGRI) Nubaarat pada, Selasa (14/07/2026). Masa Pengenalan siswa ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh peserta didik dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan.

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan membangun sikap saling menghormati di tengah keberagaman yang ada di lingkungan sekolah", kata Bergita Tati D. Rosari.

Menurut Bergita, para siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah tersebut berasal dari berbagai agama, di antaranya Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana harmonis dan penuh toleransi.

Terhadap keberagaman ini Bergita Tati D. Rosari menjelaskan bahwa keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dikembangkan. "Untuk mendukung kebutuhan spiritual peserta didik, sekolah juga menyediakan fasilitas ibadah, termasuk musala sederhana bagi siswa beragama Islam", kata Bergita.

Menurutnya, kegiatan pembinaan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai moral dan etika, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan.

“Keberagaman yang ada di sekolah merupakan anugerah yang harus dirawat bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, dan sikap saling menghormati kepada seluruh peserta didik,” ungkap kepala sekola SMPN Nuba Arat.

Berdasarkan pantauan media ini, Para guru dan tenaga pendidik turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Antusiasme peserta didik terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.* (N)

Butuh bantuan?