Wabup Sikka Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Jaga Toleransi Antar Umat Beragama
Maumere_sikkakab.go.id,- Pemerintah Kabupaten Sikka terus bekerja sama dengan tokoh agama untuk mendorong seluruh masyarakat memperkuat iman dan menjaga toleransi antar umat beragama di tengah keberagaman yang ada.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi dalam Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada, Selasa (26/05/2026) di Aula Sekretariat FKUB Kabupaten Sikka Jalan Advokad Maumere.
Dalam rapat yang membahas dinamika kehidupan beragama dan kepercayaan di masyarakat ini Wakil Bupati Sikka Simon Subandi menyampaikan bahwa bahwa bangsa Indonesia mengakui berbagai agama dan kepercayaan, sehingga setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keresahan sosial.
“Selama tidak menimbulkan konflik atau gangguan di masyarakat, keberadaan kelompok kepercayaan harus dihormati. Namun jika ada tindakan yang memaksakan kehendak atau mengganggu ketertiban, maka itu perlu dicegah bersama,” kata Simon Subandi.
Lebih lanjut Wakil Bupati menekankan agar masyarakat diajak untuk memperkokoh iman dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam lingkup keluarga.
Selain itu, disinggung pula adanya beberapa kelompok atau ajaran tertentu yang berkembang di tengah masyarakat, yang memiliki perbedaan pandangan dalam aspek teologis maupun praktik keagamaan. Menyikapi hal tersebut, masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan penilaian pada keyakinan pribadi masing-masing.
"Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap praktik penyebaran ajaran yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan", kata Simon Subandi.
Di sisi lain, kata Simon Subandi, pemerintah mengapresiasi kondisi kehidupan masyarakat yang selama ini menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebinekaan, di mana kerukunan antar umat beragama dinilai telah terjalin dengan baik, ditandai dengan hubungan yang harmonis di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kita patut bersyukur karena masyarakat kita hidup rukun dan damai. Ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wakil Bupati Sikka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan kewaspadaan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.* (NMS)
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi dalam Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada, Selasa (26/05/2026) di Aula Sekretariat FKUB Kabupaten Sikka Jalan Advokad Maumere.
Dalam rapat yang membahas dinamika kehidupan beragama dan kepercayaan di masyarakat ini Wakil Bupati Sikka Simon Subandi menyampaikan bahwa bahwa bangsa Indonesia mengakui berbagai agama dan kepercayaan, sehingga setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keresahan sosial.
“Selama tidak menimbulkan konflik atau gangguan di masyarakat, keberadaan kelompok kepercayaan harus dihormati. Namun jika ada tindakan yang memaksakan kehendak atau mengganggu ketertiban, maka itu perlu dicegah bersama,” kata Simon Subandi.
Lebih lanjut Wakil Bupati menekankan agar masyarakat diajak untuk memperkokoh iman dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam lingkup keluarga.
Selain itu, disinggung pula adanya beberapa kelompok atau ajaran tertentu yang berkembang di tengah masyarakat, yang memiliki perbedaan pandangan dalam aspek teologis maupun praktik keagamaan. Menyikapi hal tersebut, masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan penilaian pada keyakinan pribadi masing-masing.
"Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap praktik penyebaran ajaran yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan", kata Simon Subandi.
Di sisi lain, kata Simon Subandi, pemerintah mengapresiasi kondisi kehidupan masyarakat yang selama ini menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebinekaan, di mana kerukunan antar umat beragama dinilai telah terjalin dengan baik, ditandai dengan hubungan yang harmonis di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kita patut bersyukur karena masyarakat kita hidup rukun dan damai. Ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wakil Bupati Sikka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan kewaspadaan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.* (NMS)