Tim Reaksi Cepat BPBD Sikka Bersama Warga Desa Wolorega dan Desa Rejo Gotong Royong Bersihkan Jalan Rusak Akibat Banjir dan Longsor
Maumere_sikkakab.go.id,- Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka bersama warga Desa Wolorega dan Desa Rejo Kecamatan Paga melaksanakan gotong royong pembersihan ruas jalan utama 2 desa ini yang ditutupi material seperti kerikil, pasir, dan tanah akibat banjir dan longsor pada 20 Maret 2026 yang lalu.
Aksi gotong royong pembrrsihan ini dilaksanakan pada Jumat (10/04/2026). Pembersihan ruas jalan ini sangat membantu 292 warga Desa Wolorega dan 287 warga Desa Rejo yang dua pekan lebih kesulitan mengakses jalan akibat bencana Hidrometeorologi yang melanda wilayah ini.
Tim Reaksi Cepat BPBD yang turun ke lokasi bencana berjumlah 20 orang dipimpin langsung Plt. Kalak BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing. Berdasarkan pantauan media ini kerusakan sarana umum jalan akibat longsor dan banjir dua minggu lalu sangat parah.
Ruas jalan yang rusak diperkirakan sekitar 3 kilometer lebih. Ada titik tertentu ditutupi batu yang berukuran besar, ada titik yang berlubang, dan ada yang ditutupi material pasir, tanah, dan kerikir setebal 10 sampai 30 sentimeter. Tim Reaksi Cepat saat tiba di lokasi langsung melakukan pembersihan bersama warga dua desa yang sudah berada di lokasi. Dua dusun yang sangat parah dan menjadi titik pembersihan adalah Dusun Bhana Desa Wolorega dan Dusun Biji Desa Rejo.
Gotong royong pembersihan ruas jalan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD dan warga cukup membuahkan hasil. Theresia Sue, warga Desa Rejo saat pembersihan ini menyampaikan terima kasih dan bersyukur karena bisa membatu mereka untuk bisa keluar dan masuk kampung. "Walaupun belum sepenuhnya selesai tapi kami sudah bisa melewati jalan ini dengan ojek", kata Theresia.
Ia juga mengakui selama dua minggu ini mereka hanya jalan kaki saat ke pasar atau ke kampung lain. Sekretaris Desa Wolorega Petri Selestina Du'a yang hadir bersama warga saat pembersihan lokasi ini menjelaskan bahwa sejak banjir dan longsor melanda Desa Wolorega akibat hujan lebat pada tanggal 20 Maret 2026 banyak warga mengalami kerugian material.
"Disamping ruas jalan yang rusak parah, ada sawah milik warga yang terendam banjir, dan juga tanaman komoditi warga seperti kakao banyak yang rusak tertimbun material longsor", kata Selestina. Sekdes Wolorega juga merasa bersyukur dengan kehadiran Tim Reaksi Cepat BPBD Sikka yang terjun ke lokasi bersama warga untuk melakukan pembersihan.
Ia juga mengakui selama ini setiap hari Jumad warga digerakan untuk membersihkan ruas jalan yang rusak namun hasiknya belum maksimal. Sementara Pj. Kepala Desa Rejo Benyamin Bani dalam keterangannya kepada media ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Plt. Kalak BPBD Kabupaten Sikka bersama Tim Reaksi Cepat yang tanggap terhadap kondisi warga Desa Rejo dan Wolorega melalui aksi gotong royong pembersihan bersama warga di lokasi.
"Ini sangat membantu warga mempermudah akses jalan karena selama dua minggu mereka sangat kesulitan. BPBD sangat membantu kami ", ungkap Benyamin Bani. Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat harus berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena ada ruas jalan yang tertutup tiang listrik yang tumbang saat banjir.
Dari sisi keseimbangan ekologis, Benyamin mengatakan ke depan akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk upaya penghijauan di beberapa titik yang gundul sehingga longsor dan banjir bisa dicegah ke depannya.
Plt. Kalak BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing di hadapan warga setelah pembersihan menghimbau agar tetap waspada terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor yang datang kapan saja. Ia juga mengapresiasi partsipasi dan kerjasama masyarakat bersama BPBD dalam aktivitas pembersihan hari ini.
"Terima kasih atas dukungan dan kerjasama bapak, ibu bersama BPBD hari ini, kiranya gotong royong kita hari ini memberikan manfaat yang positif bagi warga dua desa ini", kata Plt. Kalak BPBD yang akrab disapa Pet Poling.
Ia juga mengakui bahwa pembersihan hari ini belum tuntas semua, namun menurutnya BPBD kapan saja akan datang kembali jika situasinya sangat membutuhkan kehadiran BPBD. "Kami harus melakukan aksi yang sama ini di desa dan kecamatan lain seperti Bola, talibura, dan Tanawawo yang mengalami musibah bencana seperti ini", kata Pet Poling.
Turut hadir dalam kegiatan gotong royong pembersihan ini Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sikka Yosef Rikardus, Babinkamtibmas, Utusan Palang Merah Indonesia Cabang Sikka, utusan Diskominfo Kabupaten Sikka, para kepala dusun, dan warga masyarakat Desa Wolorega dan Desa Rejo. *
Aksi gotong royong pembrrsihan ini dilaksanakan pada Jumat (10/04/2026). Pembersihan ruas jalan ini sangat membantu 292 warga Desa Wolorega dan 287 warga Desa Rejo yang dua pekan lebih kesulitan mengakses jalan akibat bencana Hidrometeorologi yang melanda wilayah ini.
Tim Reaksi Cepat BPBD yang turun ke lokasi bencana berjumlah 20 orang dipimpin langsung Plt. Kalak BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing. Berdasarkan pantauan media ini kerusakan sarana umum jalan akibat longsor dan banjir dua minggu lalu sangat parah.
Ruas jalan yang rusak diperkirakan sekitar 3 kilometer lebih. Ada titik tertentu ditutupi batu yang berukuran besar, ada titik yang berlubang, dan ada yang ditutupi material pasir, tanah, dan kerikir setebal 10 sampai 30 sentimeter. Tim Reaksi Cepat saat tiba di lokasi langsung melakukan pembersihan bersama warga dua desa yang sudah berada di lokasi. Dua dusun yang sangat parah dan menjadi titik pembersihan adalah Dusun Bhana Desa Wolorega dan Dusun Biji Desa Rejo.
Gotong royong pembersihan ruas jalan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD dan warga cukup membuahkan hasil. Theresia Sue, warga Desa Rejo saat pembersihan ini menyampaikan terima kasih dan bersyukur karena bisa membatu mereka untuk bisa keluar dan masuk kampung. "Walaupun belum sepenuhnya selesai tapi kami sudah bisa melewati jalan ini dengan ojek", kata Theresia.
Ia juga mengakui selama dua minggu ini mereka hanya jalan kaki saat ke pasar atau ke kampung lain. Sekretaris Desa Wolorega Petri Selestina Du'a yang hadir bersama warga saat pembersihan lokasi ini menjelaskan bahwa sejak banjir dan longsor melanda Desa Wolorega akibat hujan lebat pada tanggal 20 Maret 2026 banyak warga mengalami kerugian material.
"Disamping ruas jalan yang rusak parah, ada sawah milik warga yang terendam banjir, dan juga tanaman komoditi warga seperti kakao banyak yang rusak tertimbun material longsor", kata Selestina. Sekdes Wolorega juga merasa bersyukur dengan kehadiran Tim Reaksi Cepat BPBD Sikka yang terjun ke lokasi bersama warga untuk melakukan pembersihan.
Ia juga mengakui selama ini setiap hari Jumad warga digerakan untuk membersihkan ruas jalan yang rusak namun hasiknya belum maksimal. Sementara Pj. Kepala Desa Rejo Benyamin Bani dalam keterangannya kepada media ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Plt. Kalak BPBD Kabupaten Sikka bersama Tim Reaksi Cepat yang tanggap terhadap kondisi warga Desa Rejo dan Wolorega melalui aksi gotong royong pembersihan bersama warga di lokasi.
"Ini sangat membantu warga mempermudah akses jalan karena selama dua minggu mereka sangat kesulitan. BPBD sangat membantu kami ", ungkap Benyamin Bani. Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat harus berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena ada ruas jalan yang tertutup tiang listrik yang tumbang saat banjir.
Dari sisi keseimbangan ekologis, Benyamin mengatakan ke depan akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk upaya penghijauan di beberapa titik yang gundul sehingga longsor dan banjir bisa dicegah ke depannya.
Plt. Kalak BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing di hadapan warga setelah pembersihan menghimbau agar tetap waspada terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor yang datang kapan saja. Ia juga mengapresiasi partsipasi dan kerjasama masyarakat bersama BPBD dalam aktivitas pembersihan hari ini.
"Terima kasih atas dukungan dan kerjasama bapak, ibu bersama BPBD hari ini, kiranya gotong royong kita hari ini memberikan manfaat yang positif bagi warga dua desa ini", kata Plt. Kalak BPBD yang akrab disapa Pet Poling.
Ia juga mengakui bahwa pembersihan hari ini belum tuntas semua, namun menurutnya BPBD kapan saja akan datang kembali jika situasinya sangat membutuhkan kehadiran BPBD. "Kami harus melakukan aksi yang sama ini di desa dan kecamatan lain seperti Bola, talibura, dan Tanawawo yang mengalami musibah bencana seperti ini", kata Pet Poling.
Turut hadir dalam kegiatan gotong royong pembersihan ini Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sikka Yosef Rikardus, Babinkamtibmas, Utusan Palang Merah Indonesia Cabang Sikka, utusan Diskominfo Kabupaten Sikka, para kepala dusun, dan warga masyarakat Desa Wolorega dan Desa Rejo. *