Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah di NTT Akan Mendukung Pembangunan Perumahan di Kabupaten Sikka
<p>Maumere_sikkakab.go.id,- Percepatan program perumahan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka dan NTT secara umum.
Pemerintahpun bergerak cepat dengan mendorong solusi terpadu melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni.
Untuk mendukung percepatan pembangunan Rumah Layak Huni yang menjadi salah satu program utama Pemerintah Kabupaten Sikka melalui kerjasama dengan pemerintah pusat maka dilakukan Rapat Koordinasi Teknis bersama Gubernur NTT yang digelar melalui zoom meeting.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan di dampingi wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat membuka zoom meeting dari Ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang menegaskan bahwa percepatan program perumahan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menekan angka kemiskinan di NTT.
“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah rumah tidak layak huni di NTT mencapai sekitar 290 ribu unit. Bahkan, menurut data BPS, angka ini bisa mencapai lebih dari 600 ribu unit. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar intervensi program Rumah Layak Huni bagi masyarakat benar-benar tepat sasaran.
“Kita perlu memastikan data yang kita gunakan akurat dan terverifikasi, sehingga program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa program ini tidak hanya soal membangun rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan yang paling penting menurunkan angka kemiskinan.
Untuk diketahui dalam Rapat Koordinasi Teknis ini Gubernur NTT juga menyampaikan bahwa Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai skema dukungan, termasuk bantuan dan subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rapat Koordinasi Teknis ini merupakan tindaklanjut hasil pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia bersama Gubernur NTT pada tanggal 2 April 2026 dalam rangka percepatan pengentasan kamiskinan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH), dukungan implementasi Program Strategis Nasional 3 (tiga) Juta Rumah, serta kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat di wilayah NTT.
"Skema ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan rumah layak huni di wilayah NTT", kata Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melky Laka Lena.
Gubernur NTT berharap melaui pertemuan ini pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti secara konkret program-program yang sudah direncanakan, untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan perumahan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sikka percepatan pengentasan kemiskinan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan dukungan implementasi Program Strategis Nasional 3 (tiga) Juta Rumah untuk NTT akan sangat mendukung pelaksanaan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Sikka yang menjadi program utama daerah sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) Kabupaten Sikka 2025-2029.
Hadir dalam Zoom Meeting Rapat Koordinasi Teknis di Ruang Vidcom Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Selasa (07/04/2026) Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Kadis Sosial Kabupaten Sikka, Plt. Kadis Dukcapil Kabupaten Sikka Fitrinita Kristiani, Kepala Baperida Kabupaten Sikka Drs. Ambrosius Peter, MA, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dam UKM Valerianus Samador, dan Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Konstantia Tupa Arankoja.* (N)</p>
Pemerintahpun bergerak cepat dengan mendorong solusi terpadu melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni.
Untuk mendukung percepatan pembangunan Rumah Layak Huni yang menjadi salah satu program utama Pemerintah Kabupaten Sikka melalui kerjasama dengan pemerintah pusat maka dilakukan Rapat Koordinasi Teknis bersama Gubernur NTT yang digelar melalui zoom meeting.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan di dampingi wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat membuka zoom meeting dari Ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang menegaskan bahwa percepatan program perumahan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menekan angka kemiskinan di NTT.
“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah rumah tidak layak huni di NTT mencapai sekitar 290 ribu unit. Bahkan, menurut data BPS, angka ini bisa mencapai lebih dari 600 ribu unit. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar intervensi program Rumah Layak Huni bagi masyarakat benar-benar tepat sasaran.
“Kita perlu memastikan data yang kita gunakan akurat dan terverifikasi, sehingga program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa program ini tidak hanya soal membangun rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan yang paling penting menurunkan angka kemiskinan.
Untuk diketahui dalam Rapat Koordinasi Teknis ini Gubernur NTT juga menyampaikan bahwa Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai skema dukungan, termasuk bantuan dan subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rapat Koordinasi Teknis ini merupakan tindaklanjut hasil pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia bersama Gubernur NTT pada tanggal 2 April 2026 dalam rangka percepatan pengentasan kamiskinan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH), dukungan implementasi Program Strategis Nasional 3 (tiga) Juta Rumah, serta kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat di wilayah NTT.
"Skema ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan rumah layak huni di wilayah NTT", kata Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melky Laka Lena.
Gubernur NTT berharap melaui pertemuan ini pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti secara konkret program-program yang sudah direncanakan, untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan perumahan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sikka percepatan pengentasan kemiskinan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan dukungan implementasi Program Strategis Nasional 3 (tiga) Juta Rumah untuk NTT akan sangat mendukung pelaksanaan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Sikka yang menjadi program utama daerah sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) Kabupaten Sikka 2025-2029.
Hadir dalam Zoom Meeting Rapat Koordinasi Teknis di Ruang Vidcom Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Selasa (07/04/2026) Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Kadis Sosial Kabupaten Sikka, Plt. Kadis Dukcapil Kabupaten Sikka Fitrinita Kristiani, Kepala Baperida Kabupaten Sikka Drs. Ambrosius Peter, MA, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dam UKM Valerianus Samador, dan Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Konstantia Tupa Arankoja.* (N)</p>