PMT Balita dan Ibu Hamil Turunkan Kasus Stunting Desa Takaplager

Admin SIKKA 13 Feb 2026 06:44:08 dibaca : 25 x

PMT Balita dan Ibu Hamil Turunkan Kasus Stunting Desa Takaplager

Maumere_sikkakab.go.id,- Pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan posyandu melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil di Desa Takaplager, Kecamatan Nita dinilai sangat ampuh menanggulangi stunting.

Hasilnya, 2 tahun terakhir angka stunting menurun di Desa Takaplager, yaitu 2024 ada 4 kasus, dan di 2025 dan 2026 menurun menjadi 1 kasus.

Hal ini disampaikan Kepala Tata Usaha dan Umum Pemerintah Desa Takaplager, Maria Ida saat pelaksanaan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kantor Desa Takaplager, Senin (08/02/2026).

Menurut Maria Ida, sejak 5 tahun terakhir Pemdes Takaplager melaksanakan PMT bagi balita dan ibu hamil disamping kegiatan lain seperti sosialisasi cara hidup sehat, dan aksi bersih lingkungan.

Ida menjelaskan bahwa program PMT yang dilaksanakan di Desa Takaplager meliputi PMT penyuluhan Balita 6-11 bulan, PMT penyuluhan Balita 12 -24 bulan, PMT penyuluhan Balita 25 -59 bulan, PMT ibu hamil, dan PMT bayi berat badan dan gizi kurang.

"Total anggaran untuk penangulangan stunting yang dialokasikan pemdes Takaplager tahun 2025 sebesar Rp. 67.500. 000.-", kata Maria Ida.
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah bayi/balita yang ditimbang pada Februari 2026 di Desa Takaplager sebanyak 62 orang.

Jumlah ini menurut Ida tersebar di 4 posyandu dengan rincian; Posyandu Poma sebanyak 12 orang, Posyandu Wairpelit sebanyak 9 orang, Posyandu Guru sebanyak 25 orang dan posyandu Napun Kabor sebanyak 16 orang.

Jadwal pelaksanaan Operasi Timbang Serentak dan pemberian tablet vitamin di Desa Takaplager, kata Ida, dilaksanakan mulai tanggal 2 sampai 7 Februari di kantor desa dan masing-masing Posyandu.

Untuk diketahui Operasi Timbang Serentak adalah program pemerintah yang dilaksanakan secara masif dan terjadwal untuk menimbang serta mengukur tumbuh kembang anak, terutama usia balita guna mendeteksi risiko stunting sedini mungkin. Program ini bertujuan melakukan intervensi gizi tepat sasaran untuk menurunkan angka prevalensi stuntig.*
Butuh bantuan?