Yayasan FREN Sikka Gelar Dialog Kekerasan Seksual Anak dan Masalah Sampah
Maumere_sikkakab.go.id,- Dua isu krusial untuk anak, yaitu perlindungan anak dari kekerasan seksual dan penanganan masalah sampah menjadi perhatian utama Yayasan Flores Children Development (FREN) dalam upaya kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi pertumbuhan serta perkembangan anak di Kabupaten Sikka.
Hal ini menjadi tema utama dalam dialog bersama para penasihat anak yang digelar oleh Yayasan Flores Children Development (FREN). Dialog yang dibuka oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH ini berlangsung di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Sikka, Jumat (23/012026).
Yayasan FREN selama ini berkarya di Kabupaten Sikka dengan fokus pada program pemenuhan hak anak, perlindungan anak, serta penguatan anak dan orang muda.
Menurut laporan hasil pengamatan lapangan yang disampaikan Yayasan FREN dalam dialog ini, yaitu bahwa kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi ancaman serius selama ini.
Melalui dialog ini Para penasihat anak bersama Yayasan FREN menghasilkan rekomendasi yang menjadi program tindak lanjut untuk dilaksanakan.
Dalam rekomendasi ini disepakati perlunya pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan kepada anak, orang tua, serta masyarakat secara luas mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda kekerasan seksual, cara melindungi diri, dan langkah yang harus diambil jika terjadi kasus tersebut.
Terkait masalah sampah dalam rekomendasi ini disepakati agar anak dilibatkan dalam kegiatan penting seperti pemilahan sampah, program bank sampah, edukasi mengenai pentingnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta membantu anak mengembangkan kesadaran dan rasa tanggungjawab terhadap alam yang sekaligus menjadi media pengalaman belajar yang berharga bagi anak.
Ketua Yayasan FREN Sikka, Bonaventura Kowan Kornelis menyatakan bahwa kedua isu yang dibahas dalam dialog ini tidak dapat dipisahkan.
"Lingkungan yang bersih dan sehat mendukung kesehatan fisik dan mental anak, sementara perlindungan dari kekerasan seksual memastikan mereka dapat tumbuh dengan aman dan bebas dari trauma," kata Bonaventura.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dalam arahan membuka dialog ini menyampaikan apresiasi dan menegaskan bawah Pemerintah Kabupaten Sikka sangat mendukung upaya Yayasan FREN dan penasihat anak dalam melaksanakan program pemenuhan hak anak di Kabupaten Sikka.
" Anak adalah harapan masa depan kita, oleh kerena itu kita harus bekerja sama untuk memastikan mereka mendpatakan hak hak yang seharusnya mereka dapatkan", kata Juventus Prima Yoris Kago.
Selanjutnya terkait masalah sampah Bupati Sikka menekankan bawah hal ini merupakan tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah.
Dengan demikian, kata Juventus, melalui dialog bersama ini menggambarkan adanya kolaborasi dan komitmen bersama untuk mengatasi masalah sampah di Kabupaten Sikka.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Ambrosius Peter, staf Yayasan FREN, dan utusan perangkat daerah terkait.*
Hal ini menjadi tema utama dalam dialog bersama para penasihat anak yang digelar oleh Yayasan Flores Children Development (FREN). Dialog yang dibuka oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH ini berlangsung di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Sikka, Jumat (23/012026).
Yayasan FREN selama ini berkarya di Kabupaten Sikka dengan fokus pada program pemenuhan hak anak, perlindungan anak, serta penguatan anak dan orang muda.
Menurut laporan hasil pengamatan lapangan yang disampaikan Yayasan FREN dalam dialog ini, yaitu bahwa kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi ancaman serius selama ini.
Melalui dialog ini Para penasihat anak bersama Yayasan FREN menghasilkan rekomendasi yang menjadi program tindak lanjut untuk dilaksanakan.
Dalam rekomendasi ini disepakati perlunya pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan kepada anak, orang tua, serta masyarakat secara luas mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda kekerasan seksual, cara melindungi diri, dan langkah yang harus diambil jika terjadi kasus tersebut.
Terkait masalah sampah dalam rekomendasi ini disepakati agar anak dilibatkan dalam kegiatan penting seperti pemilahan sampah, program bank sampah, edukasi mengenai pentingnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta membantu anak mengembangkan kesadaran dan rasa tanggungjawab terhadap alam yang sekaligus menjadi media pengalaman belajar yang berharga bagi anak.
Ketua Yayasan FREN Sikka, Bonaventura Kowan Kornelis menyatakan bahwa kedua isu yang dibahas dalam dialog ini tidak dapat dipisahkan.
"Lingkungan yang bersih dan sehat mendukung kesehatan fisik dan mental anak, sementara perlindungan dari kekerasan seksual memastikan mereka dapat tumbuh dengan aman dan bebas dari trauma," kata Bonaventura.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dalam arahan membuka dialog ini menyampaikan apresiasi dan menegaskan bawah Pemerintah Kabupaten Sikka sangat mendukung upaya Yayasan FREN dan penasihat anak dalam melaksanakan program pemenuhan hak anak di Kabupaten Sikka.
" Anak adalah harapan masa depan kita, oleh kerena itu kita harus bekerja sama untuk memastikan mereka mendpatakan hak hak yang seharusnya mereka dapatkan", kata Juventus Prima Yoris Kago.
Selanjutnya terkait masalah sampah Bupati Sikka menekankan bawah hal ini merupakan tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah.
Dengan demikian, kata Juventus, melalui dialog bersama ini menggambarkan adanya kolaborasi dan komitmen bersama untuk mengatasi masalah sampah di Kabupaten Sikka.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Ambrosius Peter, staf Yayasan FREN, dan utusan perangkat daerah terkait.*