Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Sikka Gelar Konferensi Pers Terkait Koperasi Merah Putih
Maumere_sikkakab.go.id,- Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Sikka, menggelar Konferensi Pers terkait Program Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sikka pada, Rabu (17/12/2025).
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe, S. Sos, dalam konferensi Pers tersebut mengatakan sepanjang Periode Bulan Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan sosialisasi di tiap desa/kelurahan terkait Koperai Merah Putih.
Menurut Verdinando Lepe hingga akhir Mei, Kabupaten Sikka telah 100% melakukan musyawarah dan sosialisasi dengan outputnya yakni terbentuk pengurus dan pengawas, dan dilanjutkan dengan penerbitan akta pada bulan Juni.
"Sampai saat ini sebanyak 181 Desa dan 13 Kelurahan telah memiliki legalitas. Itu artinya seluruh Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka telah memiliki legalitas", kata Verdinando Lepe yang akrab disapa Verdy Lepe.
Terkait peningkatan kapasitas pengurus, Ia menambahkan, pada periode November, Kabupaten Sikka telah melakukan pelatihan bagi pengurus koperasi sebanyak 388 orang.
Dan kini, kata Verdy Lepe, Kabupaten Sikka saat ini memasuki tahap pembangunan Gerai. "Sesuai petunjuk teknis, Pembangunan Gerai dilakukan oleh PT. Agrinas Pangan Nusantara dan dibantu sepenuhnya oleh Komandan Kodim 1603 Sikka", kata Verdy Lepe. Untuk Kabupaten Sikka saat ini, kata Verdy Lepe, sebanyak 8 Gerai Sembako mulai dibangun dan sedang dalam pengerjaan.
Ia merinci progres pembangunan Gerai tersebut pada kondisi 15 Desember 2025 yaitu; Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok dengan prosentase pekerjaan 4,7?, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok 10,5%, Kelurahan Wuring, kecamatan Alok Barat 9,2?, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat 11,1%, Desa 5,6%, Desa Egon, Kecamatan Talibura persiapan lahan dengan progres 5%, Desa Werang dalam progres 5%, Desa Perobekor Kecamatan Bola progres persiapan lahan, dan Desa Geliting dan Desa Koting B, proses pembersihan lahan.
"Kondisi saat ini di 10 Lokasi telah mulai bekerja. Sementara 2 lahan masih dalam proses. Kami, telah melaporkan secara lengkap kepada Pemerintah Provinsi terkait ketersediaan lahan yang ada di desa, baik yang dimiliki oleh desa, Pemerintah Kabupaten, Kementerian, Lembaga , BUMN, TNI/Polri yang ada tidak sesuai dengan ukuran yang disyaratkan dalam petunjuk teknis. Kami berharap, tahun 2026 ada prototipe baru yang disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada di desa. "Kata Verdy Lepe.
Konferensi Pers yang berlangsung di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan UMKM itu dihadiri para jurnalis Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Kabid Koperasi pada Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Sikka Aleksa Meso, dan Kepala Bidang Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik Diskominfo Sikka, Julianus Selsius, SE.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe, S. Sos, dalam konferensi Pers tersebut mengatakan sepanjang Periode Bulan Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan sosialisasi di tiap desa/kelurahan terkait Koperai Merah Putih.
Menurut Verdinando Lepe hingga akhir Mei, Kabupaten Sikka telah 100% melakukan musyawarah dan sosialisasi dengan outputnya yakni terbentuk pengurus dan pengawas, dan dilanjutkan dengan penerbitan akta pada bulan Juni.
"Sampai saat ini sebanyak 181 Desa dan 13 Kelurahan telah memiliki legalitas. Itu artinya seluruh Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka telah memiliki legalitas", kata Verdinando Lepe yang akrab disapa Verdy Lepe.
Terkait peningkatan kapasitas pengurus, Ia menambahkan, pada periode November, Kabupaten Sikka telah melakukan pelatihan bagi pengurus koperasi sebanyak 388 orang.
Dan kini, kata Verdy Lepe, Kabupaten Sikka saat ini memasuki tahap pembangunan Gerai. "Sesuai petunjuk teknis, Pembangunan Gerai dilakukan oleh PT. Agrinas Pangan Nusantara dan dibantu sepenuhnya oleh Komandan Kodim 1603 Sikka", kata Verdy Lepe. Untuk Kabupaten Sikka saat ini, kata Verdy Lepe, sebanyak 8 Gerai Sembako mulai dibangun dan sedang dalam pengerjaan.
Ia merinci progres pembangunan Gerai tersebut pada kondisi 15 Desember 2025 yaitu; Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok dengan prosentase pekerjaan 4,7?, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok 10,5%, Kelurahan Wuring, kecamatan Alok Barat 9,2?, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat 11,1%, Desa 5,6%, Desa Egon, Kecamatan Talibura persiapan lahan dengan progres 5%, Desa Werang dalam progres 5%, Desa Perobekor Kecamatan Bola progres persiapan lahan, dan Desa Geliting dan Desa Koting B, proses pembersihan lahan.
"Kondisi saat ini di 10 Lokasi telah mulai bekerja. Sementara 2 lahan masih dalam proses. Kami, telah melaporkan secara lengkap kepada Pemerintah Provinsi terkait ketersediaan lahan yang ada di desa, baik yang dimiliki oleh desa, Pemerintah Kabupaten, Kementerian, Lembaga , BUMN, TNI/Polri yang ada tidak sesuai dengan ukuran yang disyaratkan dalam petunjuk teknis. Kami berharap, tahun 2026 ada prototipe baru yang disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada di desa. "Kata Verdy Lepe.
Konferensi Pers yang berlangsung di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan UMKM itu dihadiri para jurnalis Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Kabid Koperasi pada Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Sikka Aleksa Meso, dan Kepala Bidang Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik Diskominfo Sikka, Julianus Selsius, SE.