Masyarakat Talibura Gelar Musyawarah Pemekaran Kecamatan

Admin SIKKA 12 Dec 2025 07:43:35 dibaca : 132 x

Masyarakat Talibura Gelar Musyawarah Pemekaran Kecamatan

Maumere_sikkakab.go.id,- Wakil Bupati Sikka Ir Simon Subandi Supriadi menghadiri Musyawarah Antar Desa Kecamatan Talibura Dalam Rangka Penentuan Nama dan Ibu Kota Kecamatan Baru.

Musyawarah digelar di Aula Kristus Raja Watubaing Kecamatan Talibura, Kamis (11/12/25).

Dalam arahannya Simon Subandi menyampaikan rasa terima kasih, hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran peserta musyawarah, pimpinan dan anggota DPRD, Pimpinan OPD, Tokoh Agama serta Kepala Desa dan BPD serta Tokoh masyarakat.

"Kehadiran ini merupakan wujud partisipasi nyata dan komitmen bersama untuk menata wilayah Talibura menjadi lebih baik", kata Simon Subandi.

Wakil Bupati Sikka menegaskan bahwa Kecamatan Talibura merupakan kecamatan dengan cakupan wilayah yang paling luas yakni 287,30km2, memiliki jumlah desa yang paling banyak yakni 20 desa, dengan kondisi topografi yang beragam dan tidak mudah dijangkau di beberapa titik.

"Situasi ini telah menimbulkan jarak pelayanan yang panjang, memperlambat respons pemerintah, dan menghambat pemerataan pembangunan.

Berangkat dari realitas ini, rencana pemekaran kecamatan merupakan keputusan strategis yang lahir dari aspirasi dan kebutuhan nyata masyarakat", ungkap Simon Subandi.

Menurut Simon Subandi Selama bertahun-tahun kecamatan talibura menanggung beban pelayanan yang sangat besar karena cakupan wilayahnya yang sangat luas.

Oleh sebab itu, kata Wakil bupati, perlu dilakukan pemekaran wilayah sebagai langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan serta menciptakan pusat pertumbuhan baru di daerah ini.

"Musyawarah antar desa yang dilaksanakan hari ini adalah untuk menentukan nama serta ibu kota kecamatan yang baru, hal ini merupakan salah satu aspek penting sebagai pemenuhan persyaratan pembentukan sebuah kecamatan", kata Simon Subandi.

Ia juga menegaskan bahwa nama kecamatan bukan sekedar sebutan administratif, tetapi simbol sejarah, budaya, dan harapan masyarakat, sementara ibu kota kecamatan harus dipilih dengan pertimbangan matang, yang meliputi aksesibilitas yang baik, ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas pelayanan publik, letak geografis yang memungkinkan terciptanya pemerataan pelayanan pemerintahan serta potensi pertumbuhan wilayah.

Untuk diketahui proses pemekaran Kecamatan Talibura telah dimulai sejak tahun 2021 diawali dengan sosialisasi di seluruh desa pada Tahun 2021, kemudian fasilitasi pemenuhan data pada Tahun 2024, dan selanjutnya pelaksanaan survei lokasi calon Ibu Kota pada Tahun 2025.

Dalam musyawarah ini telah disepakati beberapa nama yang akan ditetapkan sebagai nama kacamatan baru dan ibu kotanya. Nama-nama tersebut antara lain Talibura Timur, Tana Ai, dan usulan nama lainnya. Nama ini akan disepakati dalam musyawarah berikutnya.

Hadir bersama Wakil Bupati Sikka dalam kegiatan ini pimpinan OPD terkait, Kepala Bagian Tatapem Setda Kabupaten Sikka, Camat Waigete, Camat Talibura, para Kepala Desa, BPBD dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat serta rohaniawan setempat.*
Butuh bantuan?