Wakil Bupati Sikka : Percepatan Penurunan Stunting Tanggung Jawab Bersama
Maumere_sikkakab.go.id,- Wakil Bupati Sikka, Bapak Simon Subandi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Sikka Convention Center (SCC) pada hari Kamis, (11/12/2025).
Acara ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), camat, serta perwakilan pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Simon Subandi menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Stunting Isu Masa Depan Daerah
Wabup Simon Subandi menggarisbawahi urgensinya penanganan stunting dan menyebutnya sebagai "Isu Masa Depan Daerah."
Ia menyoroti bahwa anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan perkembangan, yang secara kolektif akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Sikka.
"Keberhasilan penurunan stunting bukan semata-mata di pundak sektor kesehatan. Ini adalah gerakan bersama yang menuntut integrasi dan intervensi spesifik oleh semua sektor," ujar Wabup.
Tiga Pilar Utama
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Simon Subandi menekankan beberapa hal krusial sebagai fokus evaluasi dan koordinasi ke depan:
Pertama, Penguatan Koordinasi Lintas Sektor: Wabup meminta TPPS memastikan adanya peran dan target yang jelas dari masing-masing sektor untuk mewujudkan langkah nyata menuju penurunan stunting yang signifikan.
Kedua, Validasi dan Pemanfaatan Data: Ditekankan pentingnya menggunakan data yang valid, seperti POKE, SKI, EPPGBM, dan SIGA, sebagai dasar perencanaan intervensi. Data akurat harus menjangkau setiap keluarga berisiko di setiap desa dan kelurahan.
Ketiga. Penguatan Peran di Tingkat Tapak: Beliau meminta optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menjadi ujung tombak di lapangan, serta memastikan pelayanan dan intervensi tersedia bagi sasaran mulai dari pasangan usia subur, ibu hamil, hingga balita dan remaja.
Komitmen dan Inovasi Lokal
Wabup Simon Subandi juga mengajak seluruh OPD untuk memperkuat komitmen dan menciptakan inovasi-inovasi lokal yang mendukung program nasional.
"Kita tidak cukup hanya menjalankan program rutin. Kita harus memiliki inovasi lokal," tegasnya.
Sebagai penutup, Wakil Bupati Simon Subandi mengajak seluruh peserta Rakor untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi dan penegasan komitmen.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi emas Kabupaten Sikka yang tumbuh sehat, cerdas, dan produktif," pungkasnya, sekaligus secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.
Acara ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), camat, serta perwakilan pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Simon Subandi menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Stunting Isu Masa Depan Daerah
Wabup Simon Subandi menggarisbawahi urgensinya penanganan stunting dan menyebutnya sebagai "Isu Masa Depan Daerah."
Ia menyoroti bahwa anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan perkembangan, yang secara kolektif akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Sikka.
"Keberhasilan penurunan stunting bukan semata-mata di pundak sektor kesehatan. Ini adalah gerakan bersama yang menuntut integrasi dan intervensi spesifik oleh semua sektor," ujar Wabup.
Tiga Pilar Utama
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Simon Subandi menekankan beberapa hal krusial sebagai fokus evaluasi dan koordinasi ke depan:
Pertama, Penguatan Koordinasi Lintas Sektor: Wabup meminta TPPS memastikan adanya peran dan target yang jelas dari masing-masing sektor untuk mewujudkan langkah nyata menuju penurunan stunting yang signifikan.
Kedua, Validasi dan Pemanfaatan Data: Ditekankan pentingnya menggunakan data yang valid, seperti POKE, SKI, EPPGBM, dan SIGA, sebagai dasar perencanaan intervensi. Data akurat harus menjangkau setiap keluarga berisiko di setiap desa dan kelurahan.
Ketiga. Penguatan Peran di Tingkat Tapak: Beliau meminta optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menjadi ujung tombak di lapangan, serta memastikan pelayanan dan intervensi tersedia bagi sasaran mulai dari pasangan usia subur, ibu hamil, hingga balita dan remaja.
Komitmen dan Inovasi Lokal
Wabup Simon Subandi juga mengajak seluruh OPD untuk memperkuat komitmen dan menciptakan inovasi-inovasi lokal yang mendukung program nasional.
"Kita tidak cukup hanya menjalankan program rutin. Kita harus memiliki inovasi lokal," tegasnya.
Sebagai penutup, Wakil Bupati Simon Subandi mengajak seluruh peserta Rakor untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi dan penegasan komitmen.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi emas Kabupaten Sikka yang tumbuh sehat, cerdas, dan produktif," pungkasnya, sekaligus secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.