PDF Print E-mail

 KESEHATAN

 

 

Bidang kesehatan merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Sikka terdapat 1 (satu) buah Rumah Sakit Pemerintah yaitu : RSUD dr.T.C.Hillers, 2 (dua) Rumah Sakit Swasta yaitu: Rumah Sakit St.Elisabeth Lela dan Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante.

Bidang kesehatan merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan  di bidang kesehatan diarahkan pada penyediaan sarana kesehatan, penyediaan akses pelayanan kesehatan dan didukung peningkatan kualitas tenaga 400 orang, kemudian SPK sejumlah 158 orang , AKPER sejumlah 114 orang, perawat gigi berjumlah 19  orang, dokter umum sejumlah 15 orang, dokter gigi sejumlah 14  orang, dan dokter spesialis sejumlah 6 orang.

 

Tabel 1

Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sikka

Tahun 2009

Sumber : BPS dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka 

 

 

Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan secara terus menerus merupakan wujud dari kuatnya komitmen pemerintah dalam membangun kesehatan masyarakat. Puskesmas induk pada tahun 2008 dan 2009 sebanyak 19 buah. Puskesmas pembantu meningkat dari 62 pada tahun 2008 menjadi 910 pada tahun 2009 atau meningkat sebesar 237 %. Polindes meningkat dari 119 pada tahun 2008 menjadi 120 pada tahun 2009 atau meningkat sebesar 0,8 %. Posyandu meningkat dari 585 pada tahun 2008 menjadi 594 pada tahun 2009 atau meningkat sebesar 0,2 %, begitu pula puskesmas keliling meningkat dari 2 pada tahun 2008 menjadi 24 pada tahun 2009 atau meningkat sebesar 6 % dan pada tahun 2009 terdapat 16 Poskesdes yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka.

 

Tabel 2

Perkembangan Jumlah dan Jenis Prasarana

PelayananKesehatan Periode 2008-2009

 Sumber data : Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka

 

 

 

Beberapa capaian atas prestasi pembangunan bidang kesehatan dapat diamati dari beberapa indikator yang dapat dirinci pada tabel berikut :

 

 

Tabel 3

Angka Kematian Bayi, Kematian Ibu  Periode 2005-2009


Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka


 

Angka kematian bayi pada tahun 2005 sebesar 36,13 per 1000 kelahiran hidup, turun menjadi 9 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Penurunan angka kematian bayi ini dipengaruhi oleh semakin meningkatnya kinerja tenaga kesehatan khususnya para bidan yang telah memperlihatkan keterampilannya dalam penanganan bayi baru lahir melalui beberapa pelatihan antara lain, pelatihan Asupan Persalinan Normal (APN) sebanyak 86 orang, pelatihan Life Safing Skill (LSS) sebanyak 71 bidan.

 

Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya Contact Rate dari 2,17 pada tahun 2003 menjadi 2,60 pada tahun 2007. Hal ini sebagai dampak positif dari kebijakan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya serta rawat inap kelas III pada rumah sakit sejak 1  januari 2006. Menurunnya angka kematian ibu, dari 265 per 100.000 kelahiran hidup pada Tahun 2005, menjadi 98 per 100.000 kelahiran hidup pada Tahun 2009.

 

 

 

BUPATI SIKKA

Periode 2008-2013

bupati

Drs. Sosimus Mitang



DINASBADANKANTORSEKRETARIATINSPEKTORATRUMAH-SAKIT

Tomat Rp.........

Cabe Keriting Rp.........

Ikan Kering Rp........

Beras Membramo Rp.......    

Moke Rp .........



WAKIL BUPATI SIKKA

Periode 2008-2013

wakil

dr. Wera Damianus, MM


galeri-sikka
forum-sikka
ILPPD
Lelang
transport-laut

transport-udara


transport-darat

Convert 

into

  
My status