DI SIKKA, BARU 37 DESA DEKLARASI STBM

Dibaca 291 kali Administrator Sabtu, 03 Februari 2018 - 07:58:32 WITA Berita

FOTO : lima perwakilan masyarakat Desa Watu Gong, Theresia Firatna Kuki mewakili murid, Yohanis Popianus mewakili Tokoh Masyarakat, Maria Onamia mewakili kaum wanita, Odelia Oecelina Mewakili tokoh pendidik dan Abertina mewakili masyarakat, saat membacakan deklarasi.

 

ALOK TIMUR.- Dari 160 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sikka baru 37 Desa yang telah mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dan sudah 87 Desa yang sudah stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Bernadina S. Nenu, dalam sambutannya pada acara Deklarasi STBM Desa Watu Gong Kecamatan Alok Timur, Jumad (02/02/2018) siang.

“untuk itu sangat diharapkan ada peran dari desa untuk melakukan kegiatan STBM di desa yang dianggarkan melalui dana desa yang ada. masyarakat juga diharapkan untuk mempunyai kesadaran dan peran secara swadaya untuk menyukseskan STBM di desa” harap Bernadina.

Lebih lanjut, Bernadina juga menjelaskan bahwa masalah kesehatan selama ini dipicu oleh kondisi lingkungan dan perilaku hidup tidak sehat masyarakat.  STBM menjadi model pendekatan yang tentunya untuk mewujudkan pola hidup sehat pada masyarakat secara baik dan benar.

Sementara Camat Alok Timur, Frando da Lopez, dalam sambutannya menekankan agar para kepada desa membuat peraturan desa yang mengatur perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada masyarakat.

Selain itu, Frando da Lopez juga mengingatkan kepada desa dan lurah untuk membentuk kelompok STBM diwilayahnya, yang mana kelompok ini bertugas mengawasi dan mengontrol PHBS pada masyarakat agar sesuai dengan lima pilar STBM.

Kelima Pilar STBM yakni Stop buang air besar sembarang, cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, pengelolaan makan dan minum pada Rumah Tangga, Pengelolaan sampah rumag tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. 

Menurut Sanitarian Puskesmas Beru, Paskalia Dua Ida, bahwa dari 7 Desa Kelurahan yang ada di Kecamatan Alok Timur baru 3 Desa yang telah mendeklarasikan STBM dan empat desa lainnya masih dalam proses pendekatan pelayanan.

Dikisahkan Dua Ida, sosialisasi STBM di Desa Watu Gong dimulai sejak tahun 2007, 10 tahun lalu, bersama Yayasan Dian Desa. Yang mana saat itu, dari 674 Kepala Keluarga (KK)  terdapat 133 KK yang masih berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Hingga awal 2017, sudah terdapat 702 KK dan yang masih berperilaku BABS ada 114 KK. Melalui proses pendekatan, pada bulan Oktober 2017 menurun menjadi 33 KK yang masih BABS karena belum membangun jamban.

“menyukseskan ini, Puskesmas Beru berkoordinasi dengan Kepala Desa, Pihak Koramil Kota dan Polsek Alok terus melakukan pendekatan kepada 33 KK yang masih BABS dan hasilnya pada akhir tahun 2017, 702 KK di Desa Watu Gong seluruhnya sudah memiliki jamban” demikian dijelaskan Paskalia Dua Ida.

Kegiatan Deklarasi STBM ini diawali dengan Jalan Santai sejauh 6 KM dari Dusun Nataweru menujuh Halaman Kantor Desa Watu Gong dan dilanjutkan dengan Senam Cuci Tangan dan Senam Lansia.

Deklarasi dilakukan lima perwakilan masyarakat Desa Watu Gong, Theresia Firatna Kuki mewakili murid, Yohanis Popianus mewakili Tokoh Masyarakat, Maria Onamia mewakili kaum wanita, Odelia Oecelina Mewakili tokoh pendidik dan Abertina mewakili masyarakat.

Hadir pada kegiatan ini, Tim Penggerak PKK Kecamatan Alok Timur, Kepala Desa Watu Gong Yohanis Kapisrana, Kepala Puskesmas Beru, Jajaran Polsek Alok, Jajaran Koramil Kota dan Para Kepala Desa / Lurah se Kecamatan Alok Timur. (djo)

FOTO : Puskesmas Beru, Paskalia Dua Ida, saat menyampaikan riwayat kegiatan STBM di Desa Watu Gong.


Statistik Web